About Me

Foto saya
Malang, East Java, Indonesia

Sabtu, 27 November 2010

CHAPTER 1 JARKOM

PENGERTIAN JARINGAN KOMPUTER

Tiga abad sebelum sekarang, masing-masing ditandai dengan dominasi yang berbeda. Abad ke-18 didominasi oleh perkembangan sistem mekanik yang mengiringi revolusi industri. Abad ke-19 merupakan jaman mesin uap. Abad ke-20, teknologi radio, tv dan komputer memegang peranan untuk pengumpulan, pengolahan dan media distribusi informasi. Abad ke-21 saat ini atau era-informasi, dimana teknologi jaringan komputer global yang mampu menjangkau seluruh wilayah dunia, pengembangan sistem dan teknologi yang digunakan, penyebaran informasi melalui media internet, peluncuran satelit-satelit komunikasi dan perangkat komunikasi wireless/selular menandai awal abad millenium.

Sejak me-masyarakat-nya internet dan dipasarkannya sistem operasi Windows95 oleh Microsoft Inc., menghubungkan beberapa komputer baik komputer pribadi (PC) maupun server dengan sebuah jaringan dari jenis LAN (Local Area Network) sampai WAN (Wide Area Network) menjadi sebuah hal yang mudah dan biasa. Demikian pula dengan konsep "downsizing" maupun "lightsizing" yang bertujuan menekan anggaran belanja (efisiensi anggaran) khususnya peralatan komputer, maka kebutuhan akan sebuah jaringan komputer merupakan satu hal yang tidak bisa terelakkan.

Jaringan komputer adalahinterkoneksiantara 2 komputer autonomous atau lebih, yang terhubung dengan media transmisi kabel atau tanpa kabel (wireless).

Autonomous adalah apabila sebuah komputer tidak melakukan kontrol terhadap komputer lain dengan akses penuh, sehingga dapat membuat komputer lain, restart, shutdows, kehilangan file atau kerusakan sistem.

Dalam defenisi networking yang lain autonomous dijelaskan sebagai jaringan yang independent dengan manajemen sistem sendiri (punya admin sendiri), memiliki topologi jaringan, hardware dan software sendiri, dan dikoneksikan dengan jaringan autonomous yang lain. (Internet merupakan contoh kumpulan jaringan autonomous yang sangat besar.)

Dua unit komputer dikatakan terkoneksi apabila keduanya bisa saling bertukar data/informasi, berbagi resource yang dimiliki, seperti: file, printer, media penyimpanan (hardisk, floppy disk, cd-rom, flash disk, dll). Data yang berupa teks, audio maupun video, bergerak melalui media kabel atau tanpa kabel (wireless) sehingga memungkinkan pengguna komputer dalam jaringan komputer dapat saling bertukar file/data, mencetak pada printer yang sama dan menggunakan hardware/software yang terhubung dalam jaringan bersama-sama

Tiap komputer, printer atau periferal yang terhubung dalam jaringan disebut dengan ”node”. Sebuah jaringan komputer sekurang-kurangnya terdiri dari dua unit komputer atau lebih, dapat berjumlah puluhan komputer, ribuan atau bahkan jutaan node yang saling terhubung satu sama lain.

PEER TO PEER

Peer artinya rekan sekerja. Peer-to-peer network adalah jaringan komputer yang terdiri dari beberapa komputer, terhubung langsung dengan kabel crossover atau wireless atau juga dengan perantara hub/switch.


Didalam jaringan komputer dikenal sistem koneksi antar node (komputer), yakni:

Peer to peer adalah suatu model dimana tiap PC dapat memakai resource pada PC lain atau memberikan resourcenya untuk dipakai PC lain, Tidak ada yang bertindak sebagai server yang mengatur sistem komunikasi dan penggunaan resource komputer yang terdapat dijaringan, dengan kata lain setiap komputer dapat berfungsi sebagai client maupun server pada periode yang sama.

Gambar : PEER TO PEER

Client - Server

Client Server merupakan model jaringan yang menggunakan satu atau beberapa komputer sebagai server yang memberikan resource-nya kepada komputer lain (client) dalam jaringan, server akan mengatur mekanisme akses resource yang boleh digunakan, serta mekanisme komunikasi antar node dalam jaringan.

Selain pada jaringan lokal, sistem ini bisa juga diterapkan dengan teknologi internet. Dimana ada suatu unit komputer) berfungsi sebagai server yang hanya memberikan pelayanan bagi komputer lain, dan client yang juga hanya meminta layanan dari server. Akses dilakukan secara transparan dari client dengan melakukan login terlebih dulu ke server yang dituju.

Client hanya bisa menggunakan resource yang disediakan server sesuai dengan otoritas yang diberikan oleh administrator. Aplikasi yang dijalankan pada sisi client, bisa saja merupakan resource yang tersedia di server. namun hanya bisa dijalankan setelah terkoneksi ke server. Pada implementasi software splikasi yang di-install disisi client berbeda dengan yang digunakan di server.

Jenis layanan Client-Server antara lain :

  • File Server : memberikan layanan fungsi pengelolaan file.
  • Print Server : memberikan layanan fungsi pencetakan.
  • Database Server : proses-proses fungsional mengenai database dijalankan pada mesin ini dan stasiun lain dapat minta pelayanan.
  • DIP (Document Information Processing) : memberikan pelayanan fungsi penyimpanan, manajemen dan pengambilan data.

  • Kelebihan jaringan peer to peer Implementasinya murah dan mudah
  • Tidak memerlukan software administrasi jaringan yang khusus
  • Tidak memerlukan administrator jaringan

Kekurangan jaringan peer to peer

  • Jaringan tidak bisa terlalu besar (tidak bisa memperbesar jaringan)
  • Tingkat keamanan rendah
  • Tidak ada yang memanajemen jaringan
  • Pengguna komputer jaringan harus terlatih mengamankan komputer masing-masing
  • Semakin banyak mesin yang disharing, akan mempengaruhi kinerja komputer

Kelebihan jaringan client server

  • Mendukung keamanan jaringan yang lebih baik
  • Kemudahan administrasi ketika jaringan bertambah besar
  • Manajemen jaringan terpusat
  • Semua data bisa disimpan dan di backup terpusat di satu lokasi

Kekurangan jaringan client server

  • Butuh administrator jaringan yang profesional
  • Butuh perangkat bagus untuk digunakan sebagai komputer server
  • Butuh software tool operasional untuk mempermudah manajemen jaringan
  • Anggaran untuk manajemen jaringan menjadi besar
  • Bila server down, semua data dan resource diserver tidak bisa diakses

Jumat, 26 November 2010

Low point

Ngomong-ngomong, Anda sedang berada di titik terendah?
- Gagal
- Menganggur
- Bankrut
- Sakit
- Teraniaya
- Ditipu
- Ditinggalkan

Selain introspeksi, baiknya Anda juga bersyukur. Betul sekali, bersyukur. Lho kok bisa? Karena saat Anda sedang berada di titik terendah, sebenarnya pada masa yang sama Anda juga berada di titik tertinggi. Di mana kemungkinan besar Anda sedang mesra-mesranya dengan Allah, Zat Yang Maha Tinggi. Ini menurut saya dan sahabat saya, Muhammad Rofiq. Tidak percaya? Coba deh perhatikan fenomena-fenomena berikut ini:
- Ka’bah
- Sujud
- Tawadhu (rendah hati)
- Berdoa dan berzikir dengan suara rendah
- Teraniaya
- Masa-masa sulit

Apa persamaannya? Ternyata semuanya berada di titik terendah!
- Bukankah Ka’bah –bangunan yang paling mulia di muka bumi ini– berada di lembah?
- Bukankah ketika manusia sedang bersujud, sedang tawadhu, sedang berdoa dan berzikir dengan suara rendah, sedang teraniaya, dan sedang melalui masa-masa sulit, dia tengah dekat-dekatnya dengan Allah? Doa mereka begitu mudahnya terjawab dan terkabulkan. Subhanallah!

Jadi, titik terendah bukanlah sesuatu untuk dikeluhkan. Melainkan, untuk diintrospeksi dan disyukuri. Makanya, bagi Anda yang sedang berada di titik terendah, setulus hati saya mengucapkan, “Selamat! Anda mendapat tiket VIP untuk bersama Allah.”

Think 'Mikir'

"Kenapa miskin?"
"Nasib, Pak."
"Yang bener?"
"Bener, Pak. Ini takdir."

Inilah cara pikir orang kebanyakan. Yah, pantesan miskin seumur-umur! Padahal bisa jadi ikhtiar dan ibadahnya belum sungguh-sungguh. Masih asal-asalan. Eh, seenaknya saja menyalahkan nasib dan takdir. Hati-hati, kalau pemikiran ini masih tersimpan di otak bawah kita, ini akan menjadi mental block. Kemungkinan besar, kita akan miskin dalam waktu yang lama.

Jadi, langkah pertama adalah menghapus mental block tersebut. Bisa jadi ini tidak terucapkan, namun tersimpan rapi di otak bawah sadar kita. Walhasil sekeras apapun usaha kita, kalau masih ada mental block, maka usaha kita seperti berjalan di tempat. Belum lagi dalil-dalil yang 'membenarkan' kemiskinan yang selama ini beredar di sekitar kita. Ini seperti cuci otak. Sudahlah, saatnya berubah!

Kamis, 25 November 2010

PEMANFAATAN PRAKTIS SISTEM INFORMASI GEOGRAFIS UNTUK MENGETAHUI PROSES REBOISASI DAN REKLAMASI PADA LAHAN EKS PERTAMBANGAN DAN PENEBANGAN KAYU


Oleh

Fachrul Kurniawan, M.MT

ABSTRACT

Kerusakan alam Indonesia semakin nyata dan tidak bisa kita pungkiri lagi. Banyak kejadian bencana yang diakibatkan oleh ketidak beresan dalam pengembalian lahan yang telah di ambil kekayaan alamnya. Tidak adanya sistem informasi yang bisa memperlihatkan secara up to date bahwa wilayah – wilayah yang telah di tambang di reklamasi, hutan yang ditebang kayunya di reboisasi. Padahal peta – peta wilayah sekarang ini bisa di dapat dengan mudah. Pengolahan data seharusnya bisa dilakukan sehingga semua wilayah yang telah diambil kekayaannya bisa dimonitoring dalam pengembaliannya menjadi lahan yang produktif. Tulisan ini bertujuan memperkenalkan pengalaman-pengalaman empiris tentang pemanfaatan sistem informasi geografis dalam proses pengembalian lahan yang telah di ambil kekayaannya menjadi lahan produktif seperti sebelum di ambil kekayaan alamnya, artinya monitoring yang ketat akan membuat lahan rusak menjadi lahan yang subur kembali. Pengalaman tentang pengembangan sistem, analisis tentang permasalahan dan kendala serta bagaimana strategi pengembangannya. Pengembangan sistem informasi meliputi perancangan SDM, basisdata, perangkat lunak, perangkat keras, dan infrastruktur teknologi informasi. Implementasi sistem informasi juga memerlukan tahapan yaitu tahap konseptual, tahap perancangan, tahap pengembangan, tahap operasional dan tahap evaluasi. Kesimpulannya adalah pembuatan sistem informasi geografis reboisasi dan reklamasi merupakan proses yang panjang dan kompleks dalam mendukung proses monitoring pengembalian fungsi lahan yang telah diambil kekayaannya menjadi lahan yang produktif.

Key word : sistem informasi geografis, reboisasi, reklamasi